Para Pengamat Kesehatan Mengatakan Pil Antivirus Covid-19 Molnupiravir Kurang Efektif
Jakarta - Pil antivirus COVID-19 molnupiravir ternyata kurang efektif untuk menekan kematian dan perawatan rumah sakit pasien berisiko tinggi, menurut hasil riset uji klinis tahap akhir yang diumumkan perusahaan. Ini kabar mengecewakan bagi para pejabat kesehatan di seluruh dunia yang sedang mencari obat untuk menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 dan mengurangi beban rumah sakit. Menurut Merck & Co, perusahaan farmasi asal AS yang membuat obat tersebut, mengatakan pada Jumat (26/11) bahwa pilnya efektif mengurangi 30 rawat inap dan kematian pasien COVID-19, berdasarkan information dari 1.433 pasien. Meski demikian, hasil tersebut jauh lebih rendah ketimbang temuan awal yang mereka umumkan pada Oktober 2021 lalu, ketika molnupiravir disebut mampu mengurangi sekitar 50 persen rawat inap dan kematian berdasarkan data dari 775 pasien. Setelah Merck & Carbon monoxide merilis information riset tahap akhir mereka, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menerbitkan satu collecti...