Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Para Pengamat Kesehatan Mengatakan Pil Antivirus Covid-19 Molnupiravir Kurang Efektif

Jakarta -  Pil antivirus COVID-19 molnupiravir ternyata kurang efektif untuk menekan kematian dan perawatan rumah sakit pasien berisiko tinggi, menurut hasil riset uji klinis tahap akhir yang diumumkan perusahaan. Ini kabar mengecewakan bagi para pejabat kesehatan di seluruh dunia yang sedang mencari obat untuk menyelamatkan nyawa pasien COVID-19 dan mengurangi beban rumah sakit. Menurut Merck & Co, perusahaan farmasi asal AS yang membuat obat tersebut, mengatakan pada Jumat (26/11) bahwa pilnya efektif mengurangi 30 rawat inap dan kematian pasien COVID-19, berdasarkan information dari 1.433 pasien. Meski demikian, hasil tersebut jauh lebih rendah ketimbang temuan awal yang mereka umumkan pada Oktober 2021 lalu, ketika molnupiravir disebut mampu mengurangi sekitar 50 persen rawat inap dan kematian berdasarkan data dari 775 pasien. Setelah Merck & Carbon monoxide merilis information riset tahap akhir mereka, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menerbitkan satu collecti...

Para Ahli Mengatakan Konsumsi Teh dan Kopi Bisa Mengurangi Resiko Stroke dan Demesia

Jakarta -  Konsumsi teh dan kopi merupakan hal yang biasa dilakukan banyak orang. Selain lezat, kedua minuman ini juga memiliki manfaat yang tak main-main. Dilansir dari Healthek , penelitian terbaru mengungkap bahwa minum kopi dan teh diketahui menurunkan risiko stroke dan demensia. Hal ini terungkap bedasar penelitian yang dipublikasikan pada jurnal PLOS Medicine. Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyebabkan 10 persen kematian di seluruh dunia. Demensia merupakan istilah umum untuk rangkaian gejala menurunnya fungsi otak. Minum kopi dan teh diketahui bisa menurunkan risiko dari dua penyakit ini terutama munculnya demensia pasca stroke. Hasil temuan ini diperoleh oleh Yuan Zhan dan koleganya dari Tianjin Medical College, Tianjin, China. Penelitian dilakukan berdasar data dari 365.682 partisipan yang direkrut pada 2006 dan 2010 serta diteliti hingga 2020. Jumlah Konsumsi Teh dan Kopi Diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi, 3-5 cangkir teh, atau ...

Untuk Mencegah Demam Tifoid atau Tipes, Vaksinasi Bisa Dilakukan 3 Tahun Sekali

Jakarta -  Demam tifoid atau tipes merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena makanan dan minuman yang kurang bersih. Untuk mencegah munculnya masalah ini, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin untuk mencegah terkena demam tifoid diberikan satu dosis dan diulang setiap tiga tahun sekali, kata dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, dr. Suzy Maria, Sp.PD, K-AI. Vaksin untuk demam tifoid yang saat ini tersedia diperuntukkan untuk anak usia dua tahun ke atas karena pembentukkan antobodi terjadi dengan baik pada usia itu. "Satu dosis perlidungan selama 3 tahun. Vaksinasi diulang setiap 3 tahun sekali," kata Suzy dalam konferensi daring tentang tifoid beberapa waktu lalu dilansir dari Antara. Vaksin tifoid aman digunakan dengan efek simpang yang hampir tak ada. Walau begitu, terkadang sebagian orang merasakan efek dengan tingkat yang bisa ditoleransi seperti ra...

Berikut Penyebab Sering Menendang dan Memukul Ketika Pada Saat Tidur

Jakarta -  Ketika tidur, seseorang memiliki tingkah polah yang berbeda-beda. Beberapa orang dapat tidur dalam kondisi diam, sedangkan beberapa lainnya cenderung bergerak banyak sangat tidur bahkan pergerakannya bisa liar dan tak terkendali. Dilansir dari Healthek , diperkirakan sekitar 1,7 hingga 2 persen orang tidur dengan melakukan tindakan kekerasan. Bisa jadi hal ini disebabkan karena mimpi mereka yang membuat akhirnya muncul pukulan, tendangan, bahkan teriakan ketika tidur. Mimpi ini sendiri berada pada fase tidur rapid-eye-movement sleep (RAPID EYE MOVEMENT), dan menjadi sebuah masalah perilaku tersendiri. Bahkan terdapat beberapa kasus kriminal yang dihubungkan dengan fenomena ini. Sebuah penelitian terbaru di Kanada mencoba mencari tahu hal apa yang membuat seseorang berisiko mengalami masalah ini. Setelah menganalisis data dari 30.000 partisipan, terdapat beberapa faktor yang bisa diidentifikasi. "Walau masih banyak yang tak diketahu mengenai masalah perilaku tidur rapid ...

Beberapa Ciri-ciri Darah Tinggi Naik yang Sangat Perlu di Waspadai

Jakarta -  Penyakit darah tinggi adalah masalah kesehatan ketika tekanan sirkulasi darah pada dinding pembuluh darah utama arteri terlalu tinggi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ), tekanan darah diukur dalam dua angka, yakni angka pertama sistolik dan angka kedua diastolik. Angka sistolik menunjukkan tekanan pembuluh darah saat berdenyut, sedangkan angka diastolik menggambarkan tekanan pembuluh darah saat istirahat. Orang disebut memiliki hipertensi atau penyakit darah tinggi apabila hasil pengukuran sistoliknya dua hari berturut-turut 140 mmHg atau lebih, atau hasil pengkururan diastoliknya dua berturut-turut 90 mmHg atau lebih. Ciri-ciri darah tinggi naik Banyak orang tidak sadar memiliki penyakit darah tinggi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Ciri-ciri darah tinggi naik yang perlu diwaspadai, antara lain: Sakit kepala, terutama di pagi hari Mimisan Detak jantung tidak teratur Merasakan gangguan penglihatan Telinga berdengung Badan terasa lelah Mual Muntah Bin...