Beberapa Hal yang Sering Membuat Anda Mengalami Masalah Pencernaan di Masa Pandemi

JakartaMasa-masa berdiam di rumah yang kita jalani beberapa waktu belakangan ini telah menyebabkan adanya sejumlah perubahan. Salah satu perubahan yang kita alami adalah pada frekuensi buang air besar.

Masalah buang air besar yang terjadi ini merupakan salah satu hal yang banyak dialami. Pencernaan kita sudah tidak selancar sebelumnya seperti pada masa sebelum pandemi.

Sejumlah faktor perubahan dalam hidupmu bisa menjadi penyebab masalah ini terjadi. Dilansir dari Huffington Message, berikut sejumlah hal yang bisa mempengaruhi pencernaanmu.

Perubahan Aktivitas Fisik


Kurangnya olahraga dan aktivitas fisik selama masa pandemi ini memiliki dampak besar pada kesehatan pencernaan.

"Aktivitas kita berhubungan secara signifikan dengan rutinitas pencernaan," terang Jean Marie Houghton, pakar kesehatan perut di UMass Memorial Health Care.

Aktivitas fisik yang dilakukan bisa membuat pencernaan kita terus bergerak. Lebih banyak berdiam diri bisa membuat pencernaan yang kita miliki jadi melambat.

Perubahan Pola Makan


Perubahan pola makan juga terjadi pada masa pandemi seperti ini. Banyak orang yang hanya mengonsumsi comfort food mereka pada saat ini yang banyaknya makanan asin dan manis.

Kondisi ini membuat orang jadi abai mengonsumsi cukup sayur dan buah. Hasilnya, kamu kekurangan serat di dalam tubuh sehingga kamu cukup kesulitan untuk buang air besar.

Stres

Kondisi pandemi yang terjadi pada saat ini sangat mungkin membuat kamu menjadi stres. Perubahan gaya hidup serta tidak adanya kejelasan menjadikan stres sebagai sebuah hal yang tak terhindarkan.

Ketika sedang stres, sejumlah dampak bisa dialami oleh tubuhmu. Salah satu hal yang mungkin terjadi adalah kondisi buang air besar yang tak teratur seperti biasanya dan terganggu.

Kondisi susah buang air besar ini dapat kamu atasi secara perlahan dengan lebih banyak olahraga, konsumsi makanan sehat, serta menghindari stres. Kamu juga bisa mengonsumsi obat pencahar dalam dosis tepat. Walau begitu, ketika masalah ini tak kunjung teratasi, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ahli Mengatakan Konsumsi Teh dan Kopi Bisa Mengurangi Resiko Stroke dan Demesia

Kasus Covid-19 Akibat Klaster Mudik di Jakarta Mencapai 2.008 Kasus dari 988 Keluarga