Postingan

Beberapa Cara Mudah dan Higienis Untuk Membersihkan Debu yang Menempel Dimata

Jakarta -  Kondisi berangin yang terjadi beberapa waktu belakangan membuat banyak debu bertebangan. Hal ini membuat debu ini sangat mudah masuk ke dalam mata sehingga sangat mengganggu. Masuknya debu ke dalam mata ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan menyebalkan. Kondisi ini bahkan bisa sangat menyulitkanmu untuk membuka mata. Ketika mata kemasukan debu, secara refleks biasanya kamu bakal mengusap mata. Namun hal ini sangat tidak dianjurkan untuk menghilangkan debu. Masuknya debu ke dalam mata dan ketika diusap ini bisa menimbulkan masalah yang lebih parah pada mata. Hal ini bisa membuat mata menjadi terluka karena debu yang menggesek bagian mata. Untuk menghilangkan debu dari mata, terdapat sejumlah cara aman yang bisa dilakukan. Dikumpulkan dari berbagai sumber, berikut sejumlah cara aman dan mudah untuk menghilangkan debu yang menempel di mata. Menggunakan Air atau Obat Tetes Mata Membilas dengan Air Ketika debu masuk ke dalam mata, bilas mata dengan air atau percikkan ...

Beberapa Hal yang Sering Membuat Anda Mengalami Masalah Pencernaan di Masa Pandemi

Jakarta -  Masa-masa berdiam di rumah yang kita jalani beberapa waktu belakangan ini telah menyebabkan adanya sejumlah perubahan. Salah satu perubahan yang kita alami adalah pada frekuensi buang air besar. Masalah buang air besar yang terjadi ini merupakan salah satu hal yang banyak dialami. Pencernaan kita sudah tidak selancar sebelumnya seperti pada masa sebelum pandemi. Sejumlah faktor perubahan dalam hidupmu bisa menjadi penyebab masalah ini terjadi. Dilansir dari Huffington Message , berikut sejumlah hal yang bisa mempengaruhi pencernaanmu. Perubahan Aktivitas Fisik Kurangnya olahraga dan aktivitas fisik selama masa pandemi ini memiliki dampak besar pada kesehatan pencernaan. "Aktivitas kita berhubungan secara signifikan dengan rutinitas pencernaan," terang Jean Marie Houghton, pakar kesehatan perut di UMass Memorial Health Care. Aktivitas fisik yang dilakukan bisa membuat pencernaan kita terus bergerak. Lebih banyak berdiam diri bisa membuat pencernaan yang kita miliki...

Mengenal Cabin Fever Akibat Terlalu Lama Dirumah, Inilah 5 Cara Mencegahnya

Jakarta - Terlalu lama tinggal di rumah bisa membuat seseorang mengalami kondisi yang dikenal sebagai winter blues. Kondisi ini sebenanya bukan sebuah gangguan kejiwaan dan dapat diatasi asal dengan mengenali gejalanya terlebih dahulu. Winter blues atau demam kabin secara sederhana dijelaskan sebagai rasa gelisah akibat terjebak atau terisolasi dalam suatu tempat untuk waktu yang lama. Winter blues sebenarnya adalah istilah populer dan bukan medical diagnosis gangguan kejiwaan. Selain itu, merasa terputus dari dunia luar juga bisa menyebabkan munculnya winter blues. Menurut psikolog dari Yayasan Pulih, Nirmala Ika Kusumaningrum, winter blues belum termasuk ke dalam gangguan psikologis. "Perlu dipahami, winter blues ini belum masuk ke dalam gangguan psikologis. Jadi belum bisa jadi sebuah medical diagnosis," ujar Nirmala. Gejala Winter Blues Berdasar tulisan yang menyebar di WhatsApp dan telah dikonfirmasi benar oleh Nirmala, gejala cabin fever bukan sekadar ...

BRI Optimalkan Ekosistem Ultra Mikro Untuk Menjaga Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta -  Untuk menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan, BRI terus mengoptimalkan potensi ekosistem segmen ultra mikro atau UMi. Sebagai bank yang fokus pada UMKM, BRI mencatat potensi sangat besar di segmen usaha ultra mikro. Saat ini segmen usaha ultra mikro bagaikan fenomena gunung es di lautan. Berdasarkan information Kementerian Koperasi dan UKM RI , 99% dari total system usaha di Indonesia adalah segmen mikro dan ultra mikro. Dari total 63 juta unit usaha yang berada pada segmen tersebut, +48% atau sekitar 30 juta lebih device usaha belum tersentuh layanan official lembaga keuangan. Direktur Utama BRI Sunarso memaparkan, dalam plan yang direncanakan, usaha yang belum terlayani pada segmen tersebut harus bisa 'tersentuh' layanan keuangan. Strateginya, segmen usaha ultra mikro harus terlebih dahulu masuk ke dalam ekosistem bisnis yang dipersiapkan perseroan. "Nanti di dalam ekosistem kita tetapkan, kita pilah-pilah mana yang harus disentuh dengan loan, mana yan...

Kasus Covid-19 Akibat Klaster Mudik di Jakarta Mencapai 2.008 Kasus dari 988 Keluarga

Jakarta -  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan pihaknya terus melakukan mapping pada warga yang sempat mudik Lebaran 2021. Kata dia, terdapat ribuan kasus Covid-19 dari klaster mudik dari 988 keluarga. "Dari identifikasi klaster mudik sejak 21 Mei hingga 10 Juni 2021, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga," kata Drunk driving dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6). Dia menjelaskan berdasarkan PPKM Mikro periode 7-13 Juni 2021, ada tiga RT zona merah dan 23 RT zona orange di Ibu Kota. Yakni di wilayah Cipayung, Cengkareng, Cilincing, Ciracas, Pasar Minggu, Kemayoran, dan Pulogadung. Sementara itu, pada hari ini kenaikan atau penambahan kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 2.096 kasus. Untuk jumlah kasus secara complete sebanyak 440.554 kasus. "51 persen atau 1.070 kasus di antaranya adalah hasil tracing Puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT PPKM Mikro, sedangkan 1.026 kasus ditemukan di fasilit...

Beberapa Hal yang Memicu Warga Jakarta Tak Patuh Prokes di Tempat Wisata

Jakarta -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengakui tingkat kepatuhan masyarakat di tempat wisata Ibu Kota rendah selama libur lebaran 2021. Oleh sebab itu, pihaknya memutuskan menutup tempat wisata selama 2 hari. "Iya. Makanya kita melakukan tindakan yang terukur dan tegas untuk destinasi wisata itu kita tutup, karena kita melihat bahwa ketidakpatuhan itu justru dilakukan oleh masyarakat," kata Kepala Seksi Pengawasan Disprekraf DKI Jakarta, Iffan saat dihubungi detikcom, Kamis (20/5/2021). Iffan menilai ketidakpatuhan ini bersumber dari masyarakat yang tak menaati prokes COVID-19 di lokasi wisata. Padahal, sebutnya, pihaknya bersama pengelola wisata telah berupaya maksimal dalam mengatur kapasitas wisatawan demi mencegah kerumunan. Dia word play here menyesali kerumunan yang terjadi di tempat wisata beberapa waktu lalu. "Dan kami menilai bahwa ketidakpatuhan itu akan menimbulkan potensi kalau kami b...

Kasus Pembataian Belasan Anjing di Pacitan, Polisi Minta Dokter Untuk Identifikasi Jumlah Anjing yang di Bantai

Pacitan -  Polres Pacitan rencananya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pembantaian belasan anjing di Pacitan.Polisi akan menggandeng dokter hewan. "Besok rencananya kita akan olah TKP ulang. Di antaranya Kami juga akan membawa dokter yang ahli terkait masalah binatang," kata Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Juwair saat dihubungi detikcom di Surabaya, Senin (3/5/2021). Juwair mengatakan pihaknya sengaja menggandeng dokter hewan karena ada informasi yang simpang siur. Menurut pemilik, ada 11 anjing mati. Tapi dari keterangan saksi, hanya 8 anjing yang dibantai. "Karena ini kan masih simpang siur jumlahnya, jadi menurut keterangan dari korban awal jumlahnya 11 tetapi setelah kemarin kami olah TKP pertama mendapatkan keterangan dari penjaganya itu yang mengetahui peristiwa itu bukan 11 tetapi 8 terdiri dari 4 anjing dewasa dan 4 anak-anak," papar Juwair. Dari 8 anjing tersebut, sebanyak 7 milik korban dan 1 ekor anjing tidak diketahui milik siapa. ...